Pages

Wednesday, April 30, 2014

Kelanjutan Proyek Smelter Freeport Meragukan


PT Antam, salah satu perusahaan yang digandeng Freeport untuk membangun pabrik smelter tembaga sampai hari ini belum memberikan perkembangan yang signifikan terkait rencana membangun smelter tembaga. Direktur Utama Antam, Tato Miraza mengatakan saat ini pihaknya bersama Freeport masih dalam tahap pelaksanaan pre Feasibility Studies atau pra uji kelayakan.

Pra uji kelayakan, kata Tato berisi soal kajian teknologi dan aspek ekonominya. Menurutnya tahap itu sekarang sudah hampir selesai dan siap diumumkan ke publik. Oleh karena itu pula Tato enggan menyebutkan dimana lokasi pembangunan smelter tersebut.

"Nanti diumumkan bersama review pre feasibility pak Rozieq. Belum ada keputusan lokasi tapi kandidatnya sudah ada," kata Tato di Jakarta (30/4)

Saat ini Tato menargetkan perusahaannya bersama dengan Freeport untuk segera mengerjakan uji kelayakan. Dari situ kedua perusahaan baru dapat menghitung berapa nilai investasi yang dibutuhkan. Namun ia meyakini kerja sama antara dua perusahaan ini membuat investasi yang dibutuhkan semakin lebih rendah. 

"Kalau sama kami harus turun, itulah gunanya Antam digandeng. Pokoknya bisa ekonomis lah," pungkasnya.

Sebelumnya Direktur PT Indosmelt, Natsir Mansyur juga belum mwngindikasikan adanya tingkat kemajuan yang signifikan dari rencana pembangunan smelter bersama Freeport. Meskipun ia mengklaim akan melakukan groundbreaking pada Juni mendatang, Natsir masih keberatan soal kewajiban membayar uang jaminan smleter. 

Menurutnya kebijakan itu akan membuat pengusaha justru jadi malas membangun smelter. "Kalau harus bayar 5% itukan namanya ngaco! Mana ada negara yang mewajibkan bayar 5% uang jaminan," seru Natsir.

0 komentar:

Post a Comment