Pages

Batubara

Batu bara adalah salah satu bahan bakar fosil,umumnya adalah batuan sedimen yang dapat terbakar, terbentuk dari endapan organik, utamanya adalah sisa-sisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses pembatubaraan. Unsur-unsur utamanya terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen.

Air Asam Tambang

Air Asam Tambang merupakan istilah yang digunakan untuk merujuk pada air asam yang timbul akibat kegiatan penambangan. Hal ini untuk membedakan dengan air asam yang timbul oleh kegiatan lain, seperti penggalian untuk pembangunan pondasi bangunan, pembuatan tambak, dan sebagainya.

Peledakan

Bahan peledak yang dimaksudkan adalah bahan peledak kimia yang didefinisikan sebagai suatu bahan kimia senyawa tunggal atau campuran berbentuk padat, cair, atau campurannya yang apabila diberi aksi panas, benturan, gesekan atau ledakan awal akan mengalami suatu reaksi kimia eksotermis sangat cepat dan hasil reaksinya sebagian atau seluruhnya berbentuk gas disertai panas dan tekanan sangat tinggi yang secara kimia lebih stabil.

Mineral

Mineral merupakan suatu benda padat homogen yang terdapat di alam, terbentuk secara anorganik, dengan komposisi kimia dan batas tertentu dan memiliki susunan atom tertentu secara teratur.

Emas

Emas merupakan logam yang bersifat lunak dan mudah ditempa, kekerasannya berkisar antara 2,5 – 3 (skala Mohs), serta berat jenisnya tergantung pada jenis dan kandungan logam lain yang berpadu dengannya. Mineral pembawa emas biasanya berasosiasi dengan mineral ikutan (gangue minerals).

Saturday, March 29, 2014

Jenis - Jenis Batubara

Jenis - Jenis Batubara

Karakteristik Bahan Peledak


Karakteristik Bahan Peledak

Sifat Bahan Peledak


Sifat Bahan Peledak

Klasifikasi Bahan Peledak


Klasifikasi Bahan Peledak

Reaksi dan Produk Peledakan


Reaksi dan Produk Peledakan

Pengenalan Bahan Peledak


Pengenalan Bahan Peledak



Pertambangan Emas Terbesar Didunia


3 Pertambangan Emas Terbesar Didunia

Thursday, March 27, 2014

Penanganan Air Asam Tambang


Penanganan Air Asam Tambang

Sistem Penyaliran AAT Pada Daerah Pertambangan


Sistem Penyaliran AAT Pada Daerah Pertambangan

Proses Terbentuknya Air Asam Tambang


Proses Terbentuknya Air Asam Tambang

Kandungan Air Asam

Kandungan Air Asam

Tanda-Tanda Terbentuknya Air Asam Tambang

Tanda-Tanda Terbentuknya Air Asam Tambang

Air Asam Tambang

Air Asam Tambang


Tuesday, March 25, 2014

Kebijakan Tata Lingkungan Pertambangan

Kebijakan Tata Lingkungan Pertambangan

Persebaran Barang Tambang di Indonesia

Persebaran Barang Tambang di Indonesia



Ada peribahasa yang mengatakan "Gemah ripah Loh Jinawi" yang artinya kekayaan hasil bumi yang melimpah. Itulah negara Indonesia, negeri timur seberang yang sejak abad ke 16 diserbu oleh negara-negara barat dalam rangka merkantilisme, kolonialisme dan imperialisme. Tentu saja yang mereka incar adalah kekayaan negeri timur tersebut. Sudah berjuta-juta ton rempah-rempah dan barang tambang diangkut ke Eropa. Dan inilah bukti kekayaan barang tambang ada di Indonesia. Barang tambang dan persebarannya itu meliputi :
(1.) Minyak bumi
Ada banyak tambang minyak bumi di Indonesia. Daerah-daerah penghasil tambang minyak sebagai berikut :
1. Tambang minyak di pulau Sumatera terdapat di Aceh (Lhoksumawe dan Peureula); Sumatera Utara (Tanjung Pura); Riau (Sungaipakning, Dumai); dan Sumatera Selatan (Plaju, Sungai Gerong, Muara Enim).
2. Tambang minyak di pulau Jawa terdapat di Wonokromo, Delta (Jawa Timur); Cepu, Cilacap di (Jawa Tengah); dan Majalengka, Jatibarang (Jawa Barat).
3. Tambang minyak di pulau Kalimantan terdapat di Balikpapan, Pulau Tarakan, Pulau Bunyu dan Sungai Mahakam (Kalimantan Timur) serta Amuntai, Tanjung, dan Rantau (Kalimantan Selatan)
4. Maluku (Pulau Seram dan Tenggara), serta
5. Irian Jaya (Klamono, Sorong, dan Babo).
(2.) Bauksit (bijih aluminium)
Penambangan bauksit berada di daerah Riau (Pulau Bintan) dan Kalimantan Barat (Singkawang).
(3.) Batu bara
Penambangan batu bara terdapat di Sumatera Barat (Ombilin, Sawahlunto), Sumatera Selatan (Bukit Asam, Tanjungenim), Kalimantan Timur (Lembah Sungai Berau, Samarinda), Kalimantan Selatan (Kotabaru/Pulau Laut), Kalimantan tengah (Purukcahu), Sulawesi Selatan (Makassar), dan Papua (Klamono). 
(4.) Besi
Penambangan besi terdapat di daerah Lampung (Gunung Tegak), Kalimantan Selatan (Pulau Sebuku), Sulawesi Selatan (Pegunungan Verbeek), dan Jawa Tengah (Cilacap).
(5.) Timah
Penambangan timah terdapat di daerah Pulau Bangka (Sungai Liat), Pulau Belitung (Manggara), dan Pulau Singkep (Dabo).
(6.) Emas
Penambangan emas terdapat di daerah Nangroe Aceh Darussalam (Meulaboh), Riau (Logos), Bengkulu (Rejang Lebong), Sulawesi Utara (Bolaang Mongondow, Minahasa), Kalimantan Barat (Sambas), Jawa Barat (Cikotok, Pongkor), dan Freeport (Timika, Papua).
(7.) Tembaga
Penambangan tembaga terdapat di daerah Irian Jaya (Tembagapura).
(8.) Nikel
Ditambang dari daerah Sulawesi Tenggara (Soroako).
(9.) Marmer
Ditambang dari daerah Jawa Timur (Tulungagung), Lampung, Makassar, Timor.
(10.) Mangan
Ditambang dari daerah Yogyakarta (Kliripan), Jawa Barat (Tasikmalaya), dan Kalimantan Selatan (Martapura).
(11.) Aspal
Ditambang dari daerah Sulawesi Tenggara (Pulau Buton).
(12.) Belerang
Ditambang dari daerah Jawa Barat (Gunung Patuha), Jawa Timur (Gunung Welirang).
(13.) Yodium
Ditambang dari daerah Jawa Tengah (Semarang), Jawa Timur (Mojokerto).

Sumber : http://www.crayonpedia.org

Persebaran bahan Tambang di Indonesia

a. Minyak Bumi
Sumber: http://piterwijayakesuma.blogspot.com
Menurut perkiraan para ilmuwan, minyak bumi mulai terbentuk selama jutaan tahun. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak bumi.
Kualitas minyak bumi Indonesia cukup baik. Kadar sulfur (belerang) minyak bumi Indonesia sangat rendah, sehingga mengurangi kadar pencemaran udara.
Daerah-daerah penghasil minyak bumi di Indonesia adalah sebagai berikut:

a)    Sumatera, terdapat di Aceh (Lhoksumawe dan Peureula); SumUt (Tanjung Pura); Riau (Sungaipakning, Dumai); SumSel (Plaju, Sungai Gerong, Muara Enim)
b)   Jawa, terdapat di Wonokromo, Delta (JaTim); Cepu, Cilacap (JaTeng); Majalengka, Jatibarang (JaBar).
c)    Kalimantan, terdapat di Balikpapan, Pulau Tarakan, Pulau Bunyu dan Sungai Mahakam (KalTim) serta Amuntai, Tanjung, dan Rantau (KalSel)
d)   Maluku (Pulau Seram dan Tenggara)
e)    Irian Jaya (Klamono, Sorong, Babo).

Minyak bumi diambil dalam bentuk minyak mentah, sebelum dapat digunakan, minyak mentah tersebut harus diolah. Pengolahan minyak bumi menghasilkan avgas, avtur, premium, minyak tanah, solar dll. Manfaat dari produk-produk tersebut adalah sebagai berikut:
  • Avtur untuk bahan bakar pesawat terbang;
  • Bensin untuk bahan bakar kendaraan bermotor;
  • Minyak Tanah untuk bahan baku lampu minyak;
  • Solar untuk bahan bakar kendaraan diesel;
  • LNG (Liquid Natural Gas) untuk bahan bakar kompor gas;
  • Oli ialah bahan untuk pelumas mesin;
  • Vaselin ialah salep untuk bahan obat;
  • Parafin untuk bahan pembuat lilin; dan
  • Aspal untuk bahan pembuat jalan (dihasilkan di Pulau Buton)
Sebagai salah satu negara penghasil utama minyak bumi, Indonesia menjadi anggota Organization Petroleum Exportir Countries (OPEC), yang bergerak dalam bidang ekspor minyak bumi.
b. Gas Alam
Di Indonesia terdapat banyak sumber gas alam. Gas alam dapat digunakan sebagai bahan bakar. Ada 2 macam gas alam cair yang diperdagangkan, yaitu LNG dan LPG. Apa bedanya? LNG (Liquified Natural Gas) atau Gas alam cair dibuat dari gas alam yang terbentuk secara alami. LNG terdiri atas gas metan dan gas etan. LNG membutuhkan suhu sangat dingin supaya dapat disimpan sebagai cairan. Gas alam cair diproduksi di Arun dan Badak, selanjutnya diekspor antara lain di Jepang. 
LPG (Liquified Petrolium Gas) atau gas hasil olahan minyak bumi yang dicairkan.  Elpiji inilah yang digunakan sebagai bahan bakar kompor gas di rumah kita.



c. Batu Bara

Sebagian besar batu bara terjadi dari tumbuh-tumbuhan yang hidup berjuta-juta tahun yang lalu. Tubuh-tumbuhan tersebut termasuk jenis paku-pakuan. Tumbuhan itu tertimbun hingga berada dalam lapisan-lapisan batuan sedimen yang lain. Proses pembentukan batu bara disebut juga inkolen (proses pengarangan).
Daerah tambang batu bara di Indonesia adalah sebagai berikut:
  • Ombilin dekat sawahlunto (sumatera Barat) menghasilkan batu bara muda yang sifatnya mudah hancur.
  • Bukit asam dekat Tanjung Enim (palembang) enghasilkan batu bara muda yang sudah menjadi antrasit karena pengaruh magma.
  • Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan (Pulau laut/Sebuku)
  • Jambi, Riau, Aceh, Papua (Irian Jaya)


Batu bara memiliki berbagai penggunaan yang penting di seluruh dunia. Penggunan yang paling penting adalah untuk :

  • bahan bakar pembangkit  listrik
  • produksi besi dan baja
  • bahan bakar pembuatan semen
  • bahan bakar cair.
Penggunaan batu bara yang penting lainnya mencakup pusat pengolahan alumina, pabrik kertas, dan industri kimia serta farmasi. Beberapa produk kimia dapat diproduksi dari hasil-hasil sampingan batubara. Ter batu bara yang dimurnikan digunakan dalam pembuatan bahan kimia seperti minyak kreosot, naftalen, fenol dan benzene. Gas amoniak yang diambil dari tungku kokas digunakan untuk membuat garam amoniak, asam nitrat dan pupuk tanaman. Ribuan produk yang berbeda memiliki komponen batu bara atau hasil sampingan batu bara:sabun, aspirin, zat pelarut, pewarna, plastik dan fiber, seperti rayon dan nylon.
Batu bara juga merupakan suatu bahan yang penting dalam pembuatan produk-produk tertentu, seperti : 
  • Karbon teraktivasi  (digunakan pada saringan air dan pembersih udara serta mesin pencuci darah).
  • Serat karbon (bahan pengeras yang sangat kuat namun ringan yang digunakan pada konstruksi, sepeda gunung dan raket tenis).
  • Metal silikon – digunakan untuk memproduksi silikon dan silan, yang pada gilirannya digunakan untuk membuat pelumas, bahan kedap air, resin, kosmetik, shampo dan pasta gigi.
Dewasa ini penggunaan batu bara sebagai bahan bakar mulai berkurang, salah satu penyebabnya adalah karena karena bahan bakar yangsatu ini menimbulkan pencemaran udara yang cukup banyak.

d. Tanah Liat
Tanah Liat adalah tanah yang mengandung lempung (65%), butir-butirnya sangat halus, sehingga rapat dan sulit menyerap air. Tanah liat banyak terdapat di dataran rendah di Pulau Jawa dan sumatera.
Tanah liat dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajinan gerabah.

e. Kaolin

Kaolin terbentuk dari pelapukan batuan granit. Batuan ini banyak terdapat di daerah sekitar pegunungan di sumatera. Kaolin banyak dipakai sebagai bahan pengisi (filler), pelapis (coater), barang-barang tahan api dan isolator. Kaolin juga dipakai pada proses pembuatan keramik, obat, melapisi kertas, sebagai bahan tambahan makanan, odol, sebagai bahan menyebarkan sinar di bola lampu pijar agar berwarna  putih, serta sebagai bahan kosmetik.
f. Gamping (Batu Kapur)
Batu kapur terbentuk dari pelapukan sarang binatang karang. Potensi batu kapur di Indonesia sangat besar dan tersebar hampir merata di seluruh kepulauan Indonesia. Sebagian besar cadangan batu kapur Indonesia terdapat di Sumatera Barat. Beberapa daerah lain yang merupakan penghasil utama batu kapur adalah Jawa Timur. Berbagai wilayah di daerah ini antara lain Pacitan, Trenggalek, Tulungagug, Ponorogo, ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Nganjuk, Jember, Bondowoso,Banyuwangi, Bangkalan, Sampang, pamekasan, Sumenep dan Gresik. Bahkan di wilayah provinsi Jawa Timur sendiri, potensi yang saat ini masih tersedia adalah sebesar ±1.259.438.298 M³. Selanjutnya di wilayah Kalimantan, potensi batuan gamping atau batuan kapur ini yang terbesar adalah di provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur ( http://edukasi.kompasiana.com). 

Beberapa contoh penggunaan batugamping antara lain :
 Fondasi rumah/pengeras jalan dan bangunan fisik lainnya
 Pembuatan kapur tohor dan kapur padam
 Bahan bangunan
 Bahan penstabil jalan raya
 Bahan baku pembuatan semen Portland
 Bahan pembuatan karbid
 Bahan tambahan dalam proses peleburan dan pemurnian baja
 Bahan pemutih
 Bahan pembuatan senyawa alkali
 Bahan pupuk dan insektisida dalam pertanian
 Bahan keramik, Glasir, industri kaca, bata silica, bahan tahan api
 Penjernihan air


g. Pasir Kuarsa

Pasir Kuarsa terbentuk dari pelapukan batu-batuan yang hanyut lalu mengendap di daerah sekitar sungai, pantai, dan danau. Pasir kuarsa banyak terdapat di Banda Aceh, Bangka, Belitung dan Bengkulu. Cadangan pasir kuarsa terbesar terdapat di Sumatera Barat, potensi lain terdapat di Kalimantan Barat, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Pulau Bangka dan Belitung ( http://www.purewatercare.com ).
Manfaat pasir kuarsa atau biasa disebut Pasir Silika (SiO2) antara lain adalah 
untuk menghilangkan kandungan lumpur atau tanah dan sedimen pada air minum atau air tanah atau air PDAM atau air gunung pada industri pengolahan air. Sebagai bahan baku utama dalam industri gelas kaca, semen, tegel, mosaik keramik, bahan baku fero silikon, silikon carbide bahan abrasit (ampelas dan sand blasting).  Sebagai bahan ikutan dalam industri cor, industri perminyakan dan pertambangan, bata tahan api (refraktori), dan lain sebagainya ( http://www.purewatercare.com ). 

h. Pasir Besi
Pasir Besi adalah batuan pasir yang banyak mengandung zat besinya. Pasir besi banyak terdapat di Pantai Cilacap, Jawa Tengah. Pasir besi selain digunakan untuk industri logam besi, juga telah banyak dimanfaatkan pada industri semen dan bahan dasar tinta kering (toner) pada mesin fotokopi dan tinta laser, bahan utama untuk pita kaset, pewarna serta campuran (filter) untuk cat, bahan dasar untuk industri magnet permanent (http://www.lumajang.go.id).




i. Marmer/Batu Pualam
Marmer/batu pualam adalah batu kapur yang telah berubah bentuk dan rupanya sehingga merupakan batuan yang sangat indah setelah digosok dan dilicinkan. Marmer banyak terdapat di Trenggalek, JawaTimur dan daerah Bayat Jawa Tengah.

j. Batu Aji/Batu Akik
Batu aji/batu akik adalah batuan atau mineral yang cukup keras. Warna batu akik bermacam-macam, antara lain merah, hijau,biru,ungu,putih,kuning, dan hitam. Batu ini digunakan untuk perhiasan dan banyak terdapat di daerah pegunungan dan di sekitar aliran sungai.

k. Bauksit
Bauksit di Indonesia banyak terdapat di Pulau Bintan dan Riau.Bauksit dari Bintan diolah di Sumatera utara di Proyek Asahan.Proyek Asahan juga merupakan pusat tenaga air terjun di sungai Asahan.

l. Timah
Daerah-daerah penghasil timah di Indonesia adalah Pulau Bangka, Belitung,dan Singkep yang menghasilkan lebih dari 20% produksi timah putih dunia. Di Muntok terdapat pabrik peleburan timah.Ada dua macam timah yaitu timah primer dan timah sekunder (aluvial). Timah primer adalah timah yang mengendap pertama kali pada batuan granit. Timah sekunder (aluvial) adalah endapan timah yang sudah berpindah dari tempat asalnya akibat proses pelapukandan erosi.

m. Nikel
Nikel terdapat di sekitar Danau Matana, Danau Towuti, dan di Kolaka (Sulawesi Selatan).

n. Tembaga
Tembaga terdapat di Tirtomoyo dan wonogiri (Jawa Tengah), Muara Sipeng (Sulawesi) dan Tembagapura (Papua/Irian Jaya)

o. Emas dan perak
Emas dan Perak merupakan logam mulia. Pusat tambang emas dan perak terdapat di daerah-daerah berikut:

  • Tembagapura di Papua (Irian Jaya)
  • Batu hijau di Nusa Tenggara Barat
  • Tasikmalaya dan Jampang di Jawa Barat
  • Simao di Bengkulu
  • Logos di Riau
  • Meulaboh di Naggroe Aceh Darusalam

p. Belerang
Belerang terdapat di kawasan Gunung Talaga Bodas (Garut) dan di kawah gunung berapi, seperti di Dieng (Jawa Tengah)

q. Mangaan
Belerang terdapat di Kliripan (Daerah Istimewa Yogyakarta), Pulau Doi (Halmahera), dan Karang nunggal (sebelah selatan Tasikmalaya)

r. Fosfat
Fosfat terdapat di cirebon, Gunung Ijen dan Banyumas (fosfat hijau.

s. Besi
Di dalam temperatur tinggi,bijih besi dicampur dengan kokas dan besi tua. Percampuran diatur sedemikian rupa, sehingga proses pembakarannya merata. Kotoran dalam bijih besi dapat di hilangkan dengan jalan reduksi (mengambil unsur oksigen dari biji besa). Prases pembakaran dalam suhu tinggi menghasilkan cairan. Kemudian cairan tersebut dicetak dalambentuk tertentu. Besi baja adalahbesi yang kandungan / campuran karbonya rendah.

t. Mika
Mika terdapat di Pulau Peleng, Kepulauan Banggai di Sulawesi Tengah
u. Tras
Tras terdapat di pegunungan Muria,Jawa tengah.
v. Intan
Intan terdapat di Martapura, Kalimantan Selatan

Mineralisasi

Mineralisasi






Mineral adalah suatu benda padat homogen yang terdapat di alam, terbentuk secara anorganik, dengan komposisi kimia dan batas tertentu dan memiliki susunan atom tertentu secara teratur.

Mineralogi adalah salah satu cabang ilmu geologi yang mempelajari mengenai mineral, bentuk individu, bentuk agregat, antara lain mempelajari cara terjadinya, sifat fisiknya, sifat kimianya dan kegunaannya.

Sifat Fisik Mineral
  1. Colour (warna)
  2. Crystal habit (perawakan kristal)
  3. Luster (kilap)
  4. Harnesss (kekerasan)
  5. Streak (gores)
  6. Cleavage (belahan)
  7. Fracture (pecahan)
  8. Tenacity (daya tahan pukulan)
  9. Specivic gravity (berat jenis)
  10. Taste and flavour (rasa dan bau)
Berikut ini penjelasan dari masing-masing sifat fisik mineral tersebut :
  • Colour (warna)
a. Idiochromatic adalah warna mineral yang tetap dan tertentu karena elemen utama pada mineral itu sendiri.
b. Allochromatic adalah warna mineral yang tidak tetap tergantung apa warna pengotornya.
c. Chronophores adalah kelompok mineral tertentu yang memberikan warna tertentu pada mineral.
  • Crystal Habit (perawakan mineral)
menurut Richard M. Pearl
a. Elongated habit

  
Gambar mineral Tourmaline dan Pyrolusite
  • Columnar (meniang) : Tourmaline, pyrolusite.
gambar Mineral Asbestos dan Silimanite
  • Fibrous (berserat) : Asbestos, gypsum, silimanite, tremolite, pyrophilite.
 Gambar mineral Natrolite
  • Acicular (menjarum) : Natrolite.
Gambar mineral Rutile dan cerrusite
  • Reticulate (menjari) : Rutile, cerrusite.
 Gambar mineral Silver
  • Filiform (membenang) : Silver
 Gambar mineral Cuprite
  • Capillery (merambut) : Cuprite, bysolite.
Gambar mineral Zircon
  • Stout (mondok) : Zircon
 Gambar mineral Phyrophylite
  • Stellated (membintang) : Pirofilite
 Gambar mineral Marcasite
  • Radiated (menjari) : Marcasite.
b. Flatted habit
 Gambar mineral Kyanite dan Glaukophane
  • Bladed (membilah) : Kyanite, glaukophane, kalaverit
Gambar mineral Hematite dan Barite
  • Tabular (memapan) : Barite, hematite
 Gambar mineral Microcline
  • Blocky (membata) : Microcline.
 Gambar mineral Mica
  • Foliated (mendaun) : Mica, talc, chlorite
Gambar mineral Millerite dan Gypsum
  • Divergent (memencar) : Gypsum, millerite
  • Plumose (membulu) : Mica.
c. Rounded habit


Gambar mineral Malachite dan Hemimophite
  • Mamilary (mendada) : Malachite, opal, hemimorphite.
 Gambar mineral Goethile
  • Colloform (membulat) : Glauconite, cobalt, bismuth, goethile.


Gambar mineral Pyromorphite
  • Colloform radial (menjari membulat) : Pyromorphite.


 Gambar mineral Sodalite dan Alunite
  • Granular (membutir) : Olivine, anhydrite, chromite, sodalite, cinabar, alunite, rhodonite.
 Gambar mineral pisolitic dan gibbsite
  • Pisolitic (memisolit) : Opal, gibbsite, pisolitic, limestone.
  • Stalactite (stalaktit) : Geothite.
  • Luster (kilap)
berdasarkan Indeks Bias (n)
 
Gambar mineral Galena, Sulphide, dan Pyrite
  • Metallic luster : Galena, pyrite, sulphide.
Gambar mineral Alabandite dan Cinnabar
  • Sub-metallis luster : Cuprite, cinnabar, hematit, alabandite.
  • Non-metalic luster dibagi menjadi :
 Gambar mineral Quartz
a. Vitreous luster (kilap kaca) : Quartz, carbonates (kalsit, aragonit, dolomit), spinel, garnet, leucite, fluorite,corundum, halite(segar).
 Gambar mineral Cassiterite
b. Adamantine luster (kilap intan) : Diamond, cassiterit, sulphur, sphalerite, zircon, rutile.
 Gambar mineral Nepheline
c.Greasy luster (kilap lemak) : Nepheline, halite(sudah terkontaminasi)
d. Waxy luster (kilap lilin) : Serpentinit, cerargyrite.
e. Silky luster (kilap sutera) : Asbestos, selenit, serpentinit, hematit.
f. Peartly luster (kilap mutiara) : Talc, gypsum, mica.
g. Earthly luster (kilap tanah) : Kaoline, Montmorilonite, pyrolusit, chalk.

  • Cleavage (belahan)
Pembagian berdasarkan kualitas pembelahannya :
a. Perfect (sempurna) : Clcite, muscovite, galena, halite
b. Good (baik) : Felspart, augite, rhodonite, diopsite
c. Distinct (jelas) : Scapolite, anglesite, staurolite.
d. Indinct (tidak jelas) : Beryl, platinum, gold, magnetit, corundum.
e. Imperfect (tidak sempurna) : Apatite, cassiterite, sulphur.

Pembagian berdasarkan arah belahannya :
a. Searah : Belahan yang memiliki satu arah belahan, contohnya : mineral mica (muskovite, biotite, phlogopite)
b. Dua arah : Belahan yang memiliki dua arah belahan, contohnya : Amphibole (hornblende), felspart, gypsum
c. Tiga arah : Belahan yang memiliki tiga arah belahan, contohnya : Halite, Calcite, Galena
d. Empat arah : Belahan yang memiliki empat arah belahan, contohnya : Dolomite
e. Lima arah : Belahan yang memiliki lima arah belahan, contohnya : Fluorite, Quartz
f. Enam arah : Belahan yang memiliki enam arah belahan, contohnya : Sphalerite

  • Fracture (pecahan)
 Obsidian
a. Choncoidal : Quartz, obsidian, cerrusite, rutile, zincite
Mineral Copper
b. Hackly : Copper, gold, silver, platinum
 Mineral Talc
c. Even : Muscovite, biotite, talc, lempung
 Mineral Rutile
d. Uneven : Calcite, marcasite, rutile, rhodonite, pyrolusite, orthoclase
 Mineral Anhydrite
e. Splintery : Fluorite, anhydrite, serpentinite.
 Mineral Kaolin
f. Earthly : Kaoline, muscovite, biotit, talc
  • Tenacity (daya tahan terhadap pukulan)
a. Brittle : Calcite, quartz, marcasite, hematite.
b. Sectile : Gypsum, cerargyrite.
c. Malleable : Gold, silver, copper.
d. Ductile : Silver, olivin, cerargyrite.
e. Flexible : Talc, gypsum, mica.
e. Elastic : Muscovite.

  • Specivic grafity ( berat jenis)
  • Taste and odor (rasa dan bau)
 Sifat fisik mineral di atas biasa digunakan oleh para geologis untuk menentukan berbagai jenis mineral yang ada di muka bumi. Saat kita menemukan suatu mineral atau batuan  di lapangan maka pertama kali yang akan kita pergunakan adalah sifat fisik mineral di atas, baru jika kurang yakin para geologis akan membawanya ke Laboratorium untuk diteliti lebih lanjut, mengenai sifat Kimianya melalui penelitian lebih lanjut.
 
Mineral penyusun batuan beku
Untuk menentukan komposisi mineral pada batuan beku, cukup dengan mempergunakan indeks warna dari batuan kristal. Atas dasar warna mineral sebagai penyusun batuan beku dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
 Mineral felsik, yaitu mineral yang berwarna terang, terutama terdiri dari mineral kwarsa, feldspar, feldspatoid dan muskovit.
 Mineral mafik, yaitu mineral yang berwarna gelap, terutama biotit, piroksen, amphibol dan olivin.
Batuan beku dapat diklasifikasikan berdasarkan cara terjadinya, kandungan SiO2, dan indeks warna. Dengan demikian dapat ditentukan nama batuan yang berbeda-beda meskipun dalam jenis batuan yang sama, menurut dasar klasifikasinya.
Klasifikasi berdasarkan cara terjadinya, menurut Rosenbusch (1877-1976) batuan beku dibagi menjadi:
 Effusive rock, untuk batuan beku yang terbentuk di permukaan.
 Dike rock, untuk batuan beku yang terbentuk dekat permukaan.
 Deep seated rock, untuk batuan beku yang jauh di dalam bumi. Oleh W.T. Huang (1962), jenis batuan ini disebut plutonik, sedang batuan effusive disebut batuan vulkanik.
Klasifikasi berdasarkan kandungan SiO2 (C.L. Hugnes, 1962), yaitu:
 Batuan beku asam, apabila kandungan SiO2 lebih dari 66%. Contohnya adalah riolit.
 Batuan beku intermediate, apabila kandungan SiO2 antara 52% - 66%. Contohnya adalah dasit.
 Batuan beku basa, apabila kandungan SiO2 antara 45% - 52%. Contohnya adalah andesit.
 Batuan beku ultra basa, apabila kandungan SiO2 kurang dari 45%. Contohnya adalah basalt.
Klasifikasi berdasarkan indeks warna ( S.J. Shand, 1943), yaitu:
 Leucoctaris rock, apabila mengandung kurang dari 30% mineral mafik.
 Mesococtik rock, apabila mengandung 30% - 60% mineral mafik.
 Melanocractik rock, apabila mengandung lebih dari 60% mineral mafik.
Sedangkan menurut S.J. Ellis (1948) juga membagi batuan beku berdasarkan indeks warnanya sebagai berikut:
 Holofelsic, untuk batuan beku dengan indeks warna kurang dari 10%.
 Felsic, untuk batuan beku dengan indeks warna 10% sampai 40%.
 Mafelsic, untuk batuan beku dengan indeks warna 40% sampai 70%.
 Mafik, untuk batuan beku dengan indeks warna lebih dari 70%.

Mineral penyusun batuan sendimen
Batuan endapan atau batuan sedimen adalah salah satu dari tiga kelompok utama batuan (bersama dengan batuan beku dan batuan metamorfosis) yang terbentuk melalui tiga cara utama: pelapukan batuan lain (clastic); pengendapan (deposition) karena aktivitas biogenik; dan pengendapan (precipitation) dari larutan. Jenis batuan umum seperti batu kapurbatu pasir, dan lempung, termasuk dalam batuan endapan. Batuan endapan meliputi 75% dari permukaan bumi.
Penamaan batuan sedimen biasanya berdasarkan besar butir penyusun batuan tersebut Penamaan tersebut adalah: breksi, konglomerat, batupasir, batu lempung
  • Breksi adalah batuan sedimen dengan ukuran butir lebih besar dari 2 mm dengan bentuk butitan yang bersudut
  • Konglomerat adalah batuan sedimen dengan ukuran butir lebih besar dari 2 mm dengan bentuk butiran yang membudar
  • Batu pasir adalah batuan sedimen dengan ukuran butir antara 2 mm sampai 1/16 mm
  • Batu lanau adalah batuan sedimen dengan ukuran butir antara 1/16 mm sampai 1/256 mm
  • Batu lempung adalah batuan sedimen dengan ukuran butir lebih kecil dari 1/256 mm
Mineral penyusun batuan metamorfosa
Komposisi mineral
Mineral-mineral penyusun batuan metamorf dapat dibedakan menjadi mineral-mineral yang :
1. Mineral yang berbentuk kubus: kuarsa, feldsfar,kalsit, garnet dan piroksin.\
2. Berbentuk bukan kubus : mika, klorit, amfibol (hornblende), hematit, grafit dan talk.
Susunan mineral (fabrik)
Dari kenampakan tiga dimensional, fabrik dapat dibedakan menjadi :
1. Isotropik : susunan butir ke segala arah tampak sama.
2. Anisotropik : kenampakan susunan butir mineral tidak sama ke segala arah.
Tekstur
Berdasarkan ukuran butir mineralnya, dapat dibedakan menjadi :
1. Fanaretik : butiran cukup besar untuk dapat dikenal dengan mata telanjang.
2. Afanitik : butiran terlalu kecil untuk dapat dikenal dengan mata telanjang.
Struktur
Struktur dalam batuan metamorf dikenal ada tiga :
1. Granular : bila butir-butiran minerla yang berhubungan saling mengunci (inter locking).
2. Foliasi : bila mineral-mineral pipih menbentuk rangkaian permukaan subparalel.
Lineasi : bila mineral-mineral prismatik membentuk kenampakan penjajaran pada batuan, seperti genggaman pensil.