Pages

Friday, March 21, 2014

Menghitung Garis Lurus

Menghitung Garis Lurus

Hari / tanngal : Senin, 4 Maret 2013
Lokasi : FMIPA
Cuaca : Cerah
Diukur oleh : Kelompok 4


Menghitung Garis Lurus

A.TUJUAN
1.Memahami konsep garis lurus pada lapangan.
2.Memahami dan mengerti cara menghitung dalam pembuatan garis lurus pada lapangan.
3.Menghitung jarak pengukuran dengan alat pita dan odometer.
4.Membandingkan dan menganalisis hasil kedua pengukuran di atas.
5.Mampu menghitung dan menggambarkan sketsa dari pekerjaan.


B.TEORI SINGKAT
L = (P-1) x J



Dalam pembuatan garis lurus dengan alatsederhana yang harus diperhatikan adalah cara penempatan yalon di titik awal dan titik terakhir serta tegak lurus yalon dalam penancapan.jika jarak yalon pertama keyalon terakhir sama panjang maka panjang garis lurus dapat dihiting dengan rumus :
Membuat garis lurus dilapangan adalah merupakan bagian yang sangat penting pada pengukuran bidang tanah, seperti untuk areal pertanian, kaplingan perumahan dan lain sebagainya. Tetapi bila dalam pengukuran tidak dituntut adanya taktor keakuratan, maka pengaruh kelengkungan bumi tersebut dapat diabaikan.

C.Alat dan Bahan

1.Yalon
2.Pita ukur
3.Pen ukur
4.Odometer
5.Peralatan tulis
6.Buku untuk mencatat hasil pratikum
D.Langkah Kerja

1. Siapkan alat dan perlengkapan yang diperlukan dan periksa dengan teliti.
2. Tinjau daerah pengukuran/lokasi yang akan di survey.
3. Tentukan titik A dan G sebagai titik awal dan titik akhir sebagai dasar pengukuran
dengan menancapkan pen ukur ketanah.
4. Orang pertama berdiri di belakang jalon A lebih kurang berjarak ± 25 cm
kemudian membidik ke arah B.
5. Orang kedua menempatkan jalon C kira-kira segaris antara jalon A dan B.
6. Orang pertama memberi isyarat orang kedua untuk menggeser-geser jalur C
segaris dengan bidikan yalon A dan B.
7. Demikian seterusnya dengan cara yang sama, orang kedua meletakkanjalon D segaris
dengan jalon A dan B, dan jalon E segaris dengan A dan B.
8. Dengan demikian bila jalon B, D, dan E dilihat dari depan jalon B sudah tidak
kelihatan karena tertutup oleh jalon C berarti A, C, D, E, F dan B membentuk
garis lurus.
9. Membuat laporan pengukuran beserta gambar hasil praktek lapangan.


E. TABULASI DATA


Alat ukur
a.Meteran

Jarak dari titik A ke F = 16m
Jarak titik A ke B = 4m
Jarak titik B ke C = 4m
Jarak titik C ke D = 4m
Jarak titik D ke E = 4m

b. Odometer
Jarak dari titik A ke titik F = 16.20


F. ANALISIS DATA

L = ( P – 1 ) . d
= ( 5 – 1 ) . 4
= 4 x 4
= 16m

G.KESIMPULAN

Setelah dilakukannya praktikum di lapangan dapat disimpulkan bahwa pengukuran garis lurus di lapangan dapat di lakukan dengan alat ukur pita ukur dan odometer dengan toleransi yang sudah di tentukan. Data yang kami dapatkan menghitung garis lurus dilapangan kami mendapatkan hasil sebagai berikut :

a.(A – B) = 4 meter
b.(B – C) = 4 meter
c.(C – D) = 4 meter
d.(D – E) = 4 meter
e.(E – F) = 4 meter

Jadi panjang total keseluruhan dari (A – F) adalah :

(A – B) + (B – C) + (C – D) + (D – E) + (E – F)
= 4+4+4+4+4
= 20 meter

0 komentar:

Post a Comment