Peledakan
Bahan peledak yang dimaksudkan adalah bahan peledak kimia yang didefinisikan sebagai suatu bahan kimia senyawa tunggal atau campuran berbentuk padat, cair, atau campurannya yang apabila diberi aksi panas, benturan, gesekan atau ledakan awal akan mengalami suatu reaksi kimia eksotermis sangat cepat dan hasil reaksinya sebagian atau seluruhnya berbentuk gas disertai panas dan tekanan sangat tinggi yang secara kimia lebih stabil.
Showing posts with label Metoda Pemboran. Show all posts
Showing posts with label Metoda Pemboran. Show all posts
Tuesday, April 15, 2014
Teknik Pemboran Dengan Metode Rotary Drilling
Metode Rotary Drilling
Teknik pemboran dengan
metode Rotary Drilling dapat
dikelompokkan kedalam 4
(empat) metode yaitu:
1. Metode putar dengan
sistem sirkulasi langsung (Direct CirculationRotary Methods)
Prinsip kerja dari
teknik pemboran ini adalah memanfaatkan momen putar yang berasal dari drill
string (stang bor) yang dihubungkan dengan prime over melalui gear reduction
system.
Pada Down Hole system
yang ujungnya dipasang mata bor (drilling bit) akan berputar di dalam lubang
bor dan mendapat tekanan dari drill rod. Akibat gesekan dan tumbukan mata bor
dengan batuan, akan terbentuk potongan-potongan batuan yang berukuran kecil yang
disebut dengan serbuk pemboran atau cutting.
Lumpur bor yang terdiri
dari materials bentonite water base atau oil base, keluar melalui mata bor dan
selanjutnya ke permukaan melalui annulus lubang bor sambil membawa partikel
hasil pemboran (cutting) ke permukaan.
Sesampainya di Mud
DrillingTank, partikel yang di bawa dari dasar sumur akan diendapkan, dan
selanjutnya lumpur bor dimasukkan lagi melalui pompa Lumpur (mud pump).
2. Metode Putar Dengan
Udara (Air Rotary Methods)
Prinsip kerja dari Air
Rotary Methods hampir sama dengan metode Direct Rotary Methods. Bedanya hanya
terletak pada fungsi lumpur pemborannya. Pada metode Direct Rotary Methods
lumpur bor diganti dengan angin dari kompresor. Metode ini biasanya dilakukan untuk
pengeboran pada batuan keras atau pada pekerjaan pemboran untuk proses peledakan
dinamit atau pada pekerjaan pertambangan.
3. Metode Tumbuk Dengan
Putaran Udara (Air Rotary Percussion Methods)
Metode ini merupakan
kombinasi dari Air Rotary Methods dengan teknik percussion. Untuk mengangkat drill
cutting dari dalam lubang bor ke permukaan mengunakan tekanan angin dari
kompresor. Sedangkan untuk menumbuk batuan pada saat pemboran menggunakan
pneumatic hammer yang berputar dengan jumlah impact antara 10 – 15 tumbukan per
detik.
4. Metode Putar Dengan
Sirkulasi Terbalik (Reverse Circulation Rotary Methods)
Metode ini sama dengan
metode direct rotary. Metode ini khusus digunakan untuk pengeboran dengan
diameter besar minimum 40– 1,8 meter dengan kondisi batuan yang unconsolidated.
Degan metoda ini, Lumpur dari annulus lubang bor dipompa keluar dengan bantuan
pompa lain sehingga permukaan lumpur selalu berada di level permukaan tanah.
Dengan demikian, kemungkinan terjadi runtuhan pada dinding sumur bor pada saat
pemboran dilakukan akan dapat diperkecil. Kapasitas pemompaan (kecepatan aliran
di dalam pipa stang bor harus sekitar 2 m/sec.).
Saturday, April 12, 2014
Pemboran Putar (Rotary Drilling)
Teknik pemboran dengan metode Rotary Drilling dapat dikelompokkan kedalam 4 (empat) metode yaitu:
1. Metode Putar Dengan Sistem Sirkulasi Langsung (Direct Circulation Rotary Methods)
Prinsip kerja dari teknik pemboran ini adalah memanfaatkan momen putar yang berasal dari drill string (stang bor) yang dihubungkan dengan prime over melalui gear reduction system. Pada Down Hole system yang ujungnya dipasang mata bor (drilling bit) akan berputar di dalam lubang bor dan mendapat tekanan dari drill rod. Akibat gesekan dan tumbukan mata bor dengan batuan, akan terbentuk potongan-potongan batuan yang berukuran kecil yang disebut dengan serbuk pemboran atau cutting
Lumpur bor yang terdiri dari materials bentonite water base atau oil base, keluar melalui mata bor dan selanjutnya ke permukaan melalui annulus lubang bor sambil membawa partikel hasil pemboran (cutting) ke permukaan. Sesampainya di Mud DrillingTank, partikel yang di bawa dari dasar sumur akan diendapkan, dan selanjutnya lumpur bor dimasukkan lagi melalui pompa Lumpur (mud pump).
2. Metode Putar Dengan Udara (Air Rotary Methods)
Prinsip kerja dari Air Rotary Methods hampir sama dengan metode Direct Rotary Methods. Bedanya hanya terletak pada fungsi lumpur pemborannya. Pada metode Direct Rotary Methods lumpur bor
diganti dengan angin dari kompresor. Metode ini biasanya dilakukan untuk pengeboran pada batuan keras atau pada pekerjaan pemboran untuk proses peledakan dinamit atau pada pekerjaan
pertambangan.
3. Metode Tumbuk Dengan Putaran Udara (Air Rotary Percussion Methods)
Metode ini merupakan kombinasi dari Air Rotary Methods dengan teknik percussion. Untuk mengangkat drill cutting dari dalam lubang bor ke permukaan mengunakan tekanan angin dari kompresor.
Sedangkan untuk menumbuk batuan pada saat pemboran menggunakan pneumatic hammer yang berputar dengan jumlah impact antara 10 – 15 tumbukan per detik.
4. Metode Putar Dengan Sirkulasi Terbalik (Reverse Circulation Rotary Methods)
Metode ini sama dengan metode direct rotary. Metode ini khusus digunakan untuk pengeboran dengan diameter besar minimum 40 – 1,8 meter dengan kondisi batuan yang unconsolidated. Degan metoda ini, Lumpur dari annulus lubang bor dipompa keluar dengan bantuan pompa lain sehingga permukaan lumpur selalu berada di level permukaan tanah. Dengan demikian, kemungkinan terjadi runtuhan pada dinding sumur bor pada saat pemboran dilakukan akan dapat diperkecil. Kapasitas pemompaan (kecepatan
aliran di dalam pipa stang bor harus sekitar 2 m/sec.).
Metoda Pemboran tumbuk (Cable Tool Drilling atau Percussive Drilling)
Metoda Pemboran tumbuk (Cable Tool Drilling atau Percussive Drilling)
Dioperasikan dengan cara mengangkat dan menjatuhkan alat bor secara berulang-ulang ke dlam lubang bor sehingga lubang bor terbentuk akibat mekanisme tumbukan dan beban rangkaian bor
Keunggulan mesin bor tumbuk dibandingkan dengan mesin bor putar antara lain:
1. Lebih ekonomis (Harga murah, biaya operasi rendah, biaya transportasi murah dan persiapan rig dapat dilakukan dengan cepat
2. Menghasilkan contoh pemboran yang lebih baik
3. Lebih mempermudah pengenalan lokasi
4. Tanpa sistem sirkulasi
5. Kemungkinan kontaminasi karena proses pemboran relatif kecil
Sedangkan keterbatasan mesin bor tumbuk dibandingkan dengan mesin bor putar antara lain:
1. ROP (Rate of Pnetration/laju pemboran) sangat rendah
Dioperasikan dengan cara mengangkat dan menjatuhkan alat bor secara berulang-ulang ke dlam lubang bor sehingga lubang bor terbentuk akibat mekanisme tumbukan dan beban rangkaian bor
Keunggulan mesin bor tumbuk dibandingkan dengan mesin bor putar antara lain:
1. Lebih ekonomis (Harga murah, biaya operasi rendah, biaya transportasi murah dan persiapan rig dapat dilakukan dengan cepat
2. Menghasilkan contoh pemboran yang lebih baik
3. Lebih mempermudah pengenalan lokasi
4. Tanpa sistem sirkulasi
5. Kemungkinan kontaminasi karena proses pemboran relatif kecil
Sedangkan keterbatasan mesin bor tumbuk dibandingkan dengan mesin bor putar antara lain:
1. ROP (Rate of Pnetration/laju pemboran) sangat rendah
2. Sling cable tool sering putus
Teknik Pemboran Dengan Fluida
Sebagian besar pengeboran menggunakan bantuan fluida untuk penetrasi lapisan –lapisan batuan, penanganan cutting, pengambilan sampel, menjaga stabilitas bore hole dan untuk mendinginkan mata bor (drilling bit).
Contoh aplikasi metode pemboran berdasarkan mekanismenya, metode pemboran dengan fluida dapat dibagi menjadi:
1.Metode pemboran tumbuk(Cable Tool Drilling atau Percussive Drilling)
2.Pemboran putar(Rotary Drilling)
3.Bo rputar hidrolik(Hydraulic Rotary)
Klasifikasi Metoda Pemboran
Dengan semakin pesatnya perkembangan dibidang Industri pertambangan dan Konstruksi, maka teknik dan metode pemboran semakin beragam. Oleh karena itu teknik dan metode pemboran disesuaikan dengan tujuan yang akan dicapai.
Saat ini berkembang beberapa metode pemboran:
1. Metode Pemboran Auger, Hollow Stem Auger, Boring with Earth Auger dan Hand Auger
2. Metode Cable Tool drilling.
3. Metode Percussion rotary air blast drilling (RAB)
4. Metode Direct Rotary Drilling.
5. Metode Reverse circulation (RC) Rotary drilling.
6. Metode Air Drilling System
7. Metode In-verse Drilling.
8. Metode Dual-WallReverse Circulation Rotary 9. Metode Drill-Through Casing Driver
9. Metode Drill-Through Casing Driver
10. Metode Jet Drilling
11. Metode Hydraulic-Percussion
12. Metode Driven Well
13. Metode California Stovepipe
14. Metode Air core drilling
15. Metode Diamond core drilling
16. Metode Direct push rigs
17. Metode Sonic (vibratory) drilling
Saat ini berkembang beberapa metode pemboran:
1. Metode Pemboran Auger, Hollow Stem Auger, Boring with Earth Auger dan Hand Auger
2. Metode Cable Tool drilling.
3. Metode Percussion rotary air blast drilling (RAB)
4. Metode Direct Rotary Drilling.
5. Metode Reverse circulation (RC) Rotary drilling.
6. Metode Air Drilling System
7. Metode In-verse Drilling.
8. Metode Dual-WallReverse Circulation Rotary 9. Metode Drill-Through Casing Driver
9. Metode Drill-Through Casing Driver
10. Metode Jet Drilling
11. Metode Hydraulic-Percussion
12. Metode Driven Well
13. Metode California Stovepipe
14. Metode Air core drilling
15. Metode Diamond core drilling
16. Metode Direct push rigs
17. Metode Sonic (vibratory) drilling
Subscribe to:
Posts (Atom)












